Ditulis oleh Dr Fadli
Tentu tidak jarang di dalam sholat wajib atau sholat sunah kita membaca
surah at Tin dimana surah tersebut diawali dengan sumpah Allah atas buah
tin dan buah zaitun (وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ)
Buah tin
disebutkan pada surah yang mengatasnamakan dirinya sendiri dan dalam
bentuk sumpah pula, maka tidak berlebihan bila kita memberikan perhatian
khusus pada buah tin ini, mengenai apa sebenarnya yang terkandung dalam
buah tin sehingga Allah istimewakan dengan menjadikannya sebagai salah
satu nama surah dalam Al Quran, bahkan surah at Tin ini merupakan
satu-satunya surah yang diberi judul dengan nama tumbuhan, berbeda
dengan surah yang bertema binatang yang banyak menjadi judul surah-surah
al-Qur’an seperti Al-Baqarah (Sapi betina), an-Naml (semut), an-Nahl
(lebah), al-'Ankabuut (laba-laba) dan al-Fiil (gajah).
Tulisan ini tidak bermaksud sebagai tafsir atau
ta'wil tentang surah at Tin karena kedua hal tersebut bukan merupakan
bidang keahlian penulis. Tulisan ini disusun dari berbagai sumber di
internet untuk menjawab keingintahuan penulis pada buah Tin yang sudah
melegenda di dalam kitab tiga agama samawi namun sepertinya kurang
populer di negeri kita Indonesia.

Buah tin merupakan golongan tumbuhan berasal dari jenis Ficus, adalah
dari keluarga Tut Moraceae yang namanya diambil dari tut putih alba
Morus, yang terakhir ini merupakan simbol dari keluarga tersebut.
Menurut ahli Biologi pohon tin dari jenis Ficus terdapat 700 jenis,
tersebar diseluruh pelosok dunia. Jika di bandingkan antara buah tut dan
tin seperti pada gambar di samping, maka nampak yang pertama berbentuk
tin yang terbalik bunga-bunganya sebagaimana terlihat pada stand bunga,
berbeda dengan tin yang bunga-bunganya terdapat dalam bungkusan, dan
tidak bertemu di luar kecuali melalui pembuka diatas bungkusan, semua
tergolong jenis buah.
Buah Tin dikenal luas semenjak dahulu kala
dengan mamfaat dan kegunaannya yang banyak untuk kepentingan medis bagi
manusia. Salah satu manfaat buah Tin ini bagi kesehatan disebutkan dalam
hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Darda radhiyallahu'anhu. Dalam
hadits tersebut dikisahkan Rasulullah diberi buah tin dan memakannya.
Kemudian Rasulullah bersabda, “Jika engkau berkata ada buah yang
diturunkan dari surga, maka aku bisa katakan, inilah buahnya, karena
sesungguhnya bahnya tanpa biji. Oleh karena itu makanlah, karena buah
tin ini dapat menyembuhkan wasir dan encok”
Sebagaimana fakta
sains modern menjelaskan berbagai khasiat buah tin ini, Dr. Oliver
Alabaster, Pengarah Institut Pencegahan Penyakit di George Washington
University Medical Centre menyatakan bahwa jika seseorang mengambil buah
tin, sebenarnya telah mengambil makanan yang menjamin kesehatan dirinya
dalam jangka panjang. Maka tidak heranlah jika buah tin disebut oleh
pakar-pakar makanan pada saat ini sebagai makanan Nutraseutikal
(functional food), karena buah tin bukan sekedar mengandung zat-zat yang
berkhasiat, bahkan lebih dari itu; bermanfaat sebagai penjaga tubuh dan
mampu mencegah serangan penyakit-penyakit tertentu.
Disamping
itu, Lembaga Penasehat Buah Tin di California (California Fig Advisory
Board) telah mengatakan buah tin sebagai “Nature’s most nearly perfect
fruit”, yaitu Buah yang hampir mencapai tahap kesempurnaan secara
keseluruhan.
Mentah Matang sama Lezatnya
Buah tin muda
berwarna kehijauan. Seiring dengan matangnya buah, warna kulit akan
berubah menjadi ungu kehitaman atau kekuningan sesuai dengan
varietasnya. Buah muda biasanya dikonsumsi sebagai olahan sayur, dimasak
dengan aneka daging atau campuran selada. Jika sudah tua dan matang
sangat lezat dikonsumsi sebagai buah meja.
Di Timur Tengah maupun
Eropa, tin termasuk buah mewah dan mahal. Dulunya hanya dikonsumsi
kalangan bangsawan atau kalangan bangsawan atau saat acara-acara
istimewa. Seiring dengan majunya teknologi pertanian, kini buah tin
makin mudah didapat dengan harga yang relatif terjangkau.
Orang
Eropa menyebut buah tin dengan buah fig. Sepintas buah ini memiliki rasa
dan aroma yang mirip dengan jambu biji. Aromanya harum, teksturnya
empuk, rasanya keset, manisnya sedang, sedikit mengandung air dan
berbiji banyak namun biijnya enak dimakan.
Tingginya kandungan
pektin, menjadikan buah ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan baku
selai, jelly, jam, maupun marmalade dengan rasa yang lezat dan keharuman
yang khas.
Manfaat dan Kandungan Gizinya
Menurut Prof. Dr.Ir.
Ali Khomsan, buah-buahan merupakan sumber serat yang baik. Serat ini
sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran penceranaan. Dengan
mengkonsumsi banyak serat maka akan terhindar dari penyakit seperti
sembelit. Serat juga dapat mengikat zat karsinogen pemicu timbulnya
kanker di saluran cerna.
Berdasarkan penelitian Californaia Fig
Nutritional Information, buah tin mengandung serat yang sangat tinggi.
Setiap 100 gr buah tin kering terkandung 12.2 g serat sedangkan apel
hanya 2.0 g dan jeruk 1.9 g. Serat juga memberikan rasa kenyang lebih
lama sehingga cocok bagi orang yang sedang menjalani diet atau puasa.
Kandungan
gula buah juga tinggi, dicerna sedikit demi sedikit di dalam tubuh
karena merupakan gula buah yang komplek. Cocok dikonsumsi sebagai
hidangan menu buka atau santap sahur untuk mengembalikan energi setelah
seharian berpuasa atau memberi energi selama berpuasa.
Dalam
penelitian lain, disebutkan bahwa tin juga mengandung asam lemak tak
jenuh yang dibutuhkan bagi kesehatan diantaranya omega-3 dan omega-6.
Kelebihan yang lain, buah tin rendah lemak, rendah sodium, rendah kalori
dan bebas kolesterol sehingga sangat cocok dikonsumsi penderit diabetes
mellitus.
Keistimewaan buah ini tidak berhenti sampai disitu.
Beragam vitamin dan mineral bermanfaat terkandung didalamnya. Setiap 100
g buah tin mengandunng vitamin A, vitamin C, kalsium dan zat bersi
serta kalium. Kalium adalah mineral yang bersifat diuretik sehingga
membantu mengeluarkan garam dalam tubuh. Sangat baik dikonsumsi oleh
penderita hipertensi. Vitamin dan mineral ini sangat diperlukan tubuh
untuk menjaga dan memelihara kesehatan organ tubuh kita. Sungguh buah
yang kaya manfaat!
Berikut berbagai manfaat kesehatan buah tin/ara yang dari berbagai penelitian panjang para ahli kesehatan di berbagai benua.
Kandungan kalium, omega 3 dan omega 6 bersama fenol dan magnesium pada
buah tin / ara membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan
menjaga seseorang dari serangan jantung koroner.
Buah tin / ara
mengandung serat makanan (dietary fiber) yang tergolong tinggi,
menjadikan buah ini sangat efektif untuk program penurunan berat badan.
Buah tin merupakan salah satu buah yang sering dijadikan buah
rekomendasi para ahli diet dan ahli gizi di
Amerika dan Eropa.
Serat
larut pada buah tin disebut yang disebut pektin membantu dalam
mengurangi kolesterol darah. Ketika serat ini melewati sistem
pencernaan, serat pektin ini menyapu bola-bola kolesterol dalam usus dan
membawanya keluar dari tubuh.
Buah tin/ara dapat menurunkan dan
mengontrol tekanan darah tinggi karena buah tin tinggi akan kalium
(potassium), mineral yang berperan mengontrol hipertensi (tekanan darah
tinggi). Beberapa orang kekurangan kalium karena mereka menghindari
makan buah-buahan dan sayur-sayuran dan mengkonsumsi lebih banyak
natrium, bahan yang terutama digunakan pada makanan kemasan.
Bagi
penderita kencing manis (diabetes), serat yang terdapat di dalam buah
tin dapat memperlambat proses penyerapan glukosa di usus kecil. Gabungan
zat yang terkandung dalam buah tin yaitu serat yang tinggi dan
karbohidrat dalam bentuk yang ringkas, yaitu glukosa dan fruktosa mampu
mengontrol kadar gula darah seseorang. Jadi walaupun rasa buah tin
termasuk manis, namun aman dikonsumsi oleh mereka yang menderita
diabetes. Hal ini sesuai dengan anjuran yang dikeluarkan oleh The
American Diabetes Association.
Mengkonsumsi buah tin / ara secara
rutin dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara dan kanker kolon
(usus besar). Di dalam buah tin / ara mengandung “polyphenols” yang
tinggi; dimana zat ini berfungsi sebagai antioksidan yang amat penting
bagi tubuh kita, dimana antioksidan dapat mengurangi efek radikal bebas
penyebab kanker dalam tubuh kita. Selain itu, serat yang tinggi pada
buah tin juga dapat mengikat zat karsinogen pemicu timbulnya kanker di
saluran cerna.
Buah tin / ara baik untuk wanita pasca-menopause
dan perlindungan dari kanker payudara. Penelitian telah menunjukkan
bahwa wanita yang mengkonsumsi buah kaya serat secara teratur akan
mengurangi kemungkinan terkena kanker dan penyakit degeneratif lainnya.
Kandungan “coumarins” pada buah tin / ara, juga dapat mengurangi resiko kanker prostat dan juga berfungsi merawat kulit.
Kandungan kalsium dan kalium dalam buah tin/ara mencegah
penipisan/pengeroposan tulang (osteoporosis), sekaligus membantu untuk
meningkatkan kepadatan tulang. Dalam 100 gram buah tin/ara mengandung
241mg kalsium, jumlah ini 2 kali lipat lebih tinggi dari kandungan
kalsium pada susu (118mg per 100gram). Kalium dalam buah ara juga
melawan hilangnya kalsium melalui urin sehingga mencegah kandungan
tulang untuk menipis.
Tingginya kalsium pada buah tin/ara
menjadikannya sebagai sumber kalsium alternatif yang amat baik, utamanya
diterapkan pada terapi pengobatan bagi orang-orang yang alergi terhadap
produk susu.
Bagi orang kurus, perpaduan buah tin dan susu dapat membantu meningkatkan berat badan dengan baik dan seimbang.
Tryptophan dalam buah tin/ara, menginduksi tidur agar lebih baik dan membantu menyingkirkan gangguan tidur seperti insomnia.
Memakan buah tin dapat memulihkan kondisi badan dari kelelahan,
meningkatkan daya memori otak dan mencegah anemia. Hasil penelitian
lebih lanjut menemukan bahwa buah tin termasuk buah yang dapat
merangsang pembentukan hemoglobin darah.
Buah tin TIDAK
mengandung garam, lemak, dan kolesterol, tetapi mengandung lebih tinggi
kalium, kalsium, serat dan zat besi. Buah ini mengandung sangat rendah
sodium. Buah tin juga kaya akan benzaldehida yaitu senyawa anti-kanker,
dan beta-karoten. Selain itu, buah tin / ara juga mengandung beberapa
vitamin penting seperti vitamin A, B, dan C.
Buah tin (baik yang
basah maupun yang kering) juga baik sekali dikonsumsi oleh para ibu
pasca melahirkan, sebagai suplai zat besi alami (fer) yang banyak hilang
saat melahirkan. Hal ini berbeda sekali dengan suplemen zat besi yang
banyak dijual di pasaran yang biasanya malah menyebabkan konstipasi
(sembelit / sulit BAB)
Karena manfaat laksatif (memeperlancar
BAB), mengkonsumsi buah tin sangat membantu untuk mengobati sembelit
kronis. Buah ara/tin sejak dahulu terkenal sebagai obat pencahar alami.
Konsumsi harian buah tin / ara merupakan obat yang sangat efektif untuk
terapi penyembuhan wasir atau sering disebut ambeien (dalam bahasa
Inggris atau Latin disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran
disebut Piles). Buah ara yang mengandung enzim seperti flavonoid dan
ficin sangat baik untuk pencernaan.
Buah tin kaya akan phenol dan
benzaldehid alami sebagai zat anti tumor serta dapat membunuh
mikro-organisme patogen, jamur dan virus dalam tubuh manusia.
Buah tin/ara sangat berguna dalam mengatasi berbagai gangguan pernafasan
termasuk batuk rejan dan asma. Buah tin bekerja dengan menormalkan
pernapasan.
Bila diterapkan pada kulit, buah tin/ara yang
dipanggang bisa menyembuhkan radang seperti abses (bisul bernanah) dan
bisul-bisul.
Buah tin/ara juga dapat bertindak sebagai pembersih
kulit yang sangat baik; juga membantu dalam mencegah dan menyembuhkan
jerawat. Caranya, makan secara rutin buah ini, atau lumat buah tin segar
dan oleskan ke wajah, biarkan selama 10-15 menit. Alasan dibalik terapi
ini adalah, buah tin mengandung beberapa mineral alkali yang bermanfaat
untuk membantu mengatur keseimbangan pH tubuh; dan ini berguna untuk
kesehatan kulit.
Zat-zat aktif yang terdapat dalam buah tin
adalah sejenis zat-zat pembersih yang bisa dipakai untuk mengobati luka
luar dengan cara melumurinya.
Makan buah ara efektif mengobati sakit tenggorokan (sore throat) karena kandungan lendirnya yang tinggi.
Buah ara yang manis dan berasa lembut sering digunakan sebagai
pengganti gula. Olahan buah ara di negara barat juga seringkali
digunakan untuk membuat olahan kue, puding, berbagai produk roti dan
taart, selai, jeli, campuran sereal untuk sarapan dan masih banyak lagi.
Buah tin/ara dapat dikonsumsi setiap orang, termasuk anak-anak dan
merupakan makanan yang baik untuk semua umur, karena buah tin mengandung
serat yang tinggi dan berasa manis dan juga lezat. Jadi sangat tepat
jika kita mengkonsumsi buah ini, sebagai makanan alternatif kita untuk
meningkatkan kesehatan kita sehari-hari di dalam dunia modern ini.
Satu lagi, buah ara/tin juga telah digunakan untuk mengobati kelemahan
seksual. Caranya, rendam sekitar 2-3 buah ara dalam susu selama semalam
dan makanlah di pagi harinya.
DAUN pohon tin / ara dapat
menurunkan tingkat trigliserida, yang merupakan satu bentuk lemak yang
ditemukan dalam aliran darah. Oleh karena itu, setelah meminum teh daun
tin badan akan mendapat efek lebih segar.
Selain itu, rebusan
DAUN pohon tin / ara bermanfaat sebagai peluruh batu ginjal. Hal ini
dikarenakan daun tin mengandung alkaloid dan saponin, yang bermanfaat
sebagai diuretik (peluruh urine).
Rebusan daun pohon tin / ara
dapat membantu penderita diabetes mengurangi jumlah asupan insulin
sehingga sedikit demi sedikit dapat mengurangi tingginya kandungan gula
dalam darah. Hal ini sesuai dengan anjuran yang dikeluarkan oleh The
American Diabetes Association.

Kandungan Nutrisi Buah Ara/Tin tiap 100 gram
Sumber: California Figs Advisory Boards